STMIK IKMI Implementasikan Permata Sakti

FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON– Dalam rangka mendukung program Kampus Merdeka, STMIK IKMI Cirebon implementasikan program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara- Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti).

STMIK IKMI pun menjalin kerja sama pertukaran mahasiswa dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Kebiajakan Kampus Merdeka sendiri digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makariem.

Di mana mahasiswa dapat memperoleh hak mengambil mata kuliah di luar program studi (prodi) dalam universitas maupun di luar. Dengan pengecualian rumpun ilmu kesehatan dan ilmu kedokteran.

Kepala Prodi Komputerisasi Akuntantasi STMIK IKMI Cirebon, Odi Nurdiawan MKom mengatakan, dalam konsep merdeka belajar dan kampus merdeka terdapat delapan skema yang meliputi pertukaran mahasiswa, magang praktek kerja, asisten mengajar, penelitian dan research, proyek kemanusian, kegiatan kewirausaan, studi proyek independen dan membangun desa atau KKN Tematik.

Untuk mendukung program Kampus Merdeka, STMIK IKMI mengambil program pertukaran mahasiswa yang menurutnya cukup relevan untuk mendukung pengembangan mahasiswa.

Mahasiswa yang boleh mengikuti program permata sakti sendiri adalah mahasiswa semester 5 dan 7 yang berasal dari Prodi Teknik Informatika.

“Alhamdulillah antusias mahasiswa sangat bagus. Tapi yang diterima hanya 26 mahasiswa yang mengikuti saja. Semuanyaa sudah kita daftarakan ke sejumlah universitas terkemuka,” ujar Odi, Selasa (22/9).

Sejumlah perguruan tinggi yang dipilih oleh mahasiswa STMIK IKMI diantaranya adalah Universitas Atma Jaya Jogjakarta, Universitas Islam Lamongan, Amikom Yogyakarta dan Universitas Negeri PGRI Kediri dan Universitas Malang.

Dirinya berharap dengan program tersebut, mahasiswa dapat menggali kompetensi dan pengalaman menimba ilmu dari universitas tujuan.

“Ini memberikan kesempatan mereka untuk mengembangkan dirinya. Sehingga tidak terpaku dengan kultur yang ada di sini saja. Tapi bisa melakukan studi kasus di berbagai kota. Sehingga bisa beradaptasi dengan dunia industri dan usaha di sana,” lanjutnya.

Selain mengirimkan mahasiswa, STMIK IKMI juga menerima mahasiswa dari perguruan tinggi lain untuk melakukan perkuliyahan. Tercatat ada 40 mahasiswa dari sejumlah universitas dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang sudah terdaftar. “Untuk perkuliahan di sini, insya Allah akan dimulai pekan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang mengikuti program permata sakti, Ines Solehah mengaku senang dapat mengikuti program tersebut. Terlebih dengan program tersebut dirinya dapat bertemu dan saling mengenal dengan mahasiswa dan dosen lain di universitas yang dipilihnya. Sudah 2 pekan dirinya

“Walaupun sekarang harus mengikuti perkuliyahan dengan full daring, tapi harus mengikuti alur yang ada,” ungkapnya.

https://www.radarcirebon.com/2020/09/23/stmik-ikmi-implementasikan-permata-sakti/