Mahasiswa STMIK IKMI Cirebon Berkiprah di Program MBKM PTN/PTS Luar Pulau

CIREBON – Sebanyak 26 mahasiswa STMIK IKMI Cirebon berhasil lulus seleksi Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di luar Pulau Jawa pada Program Mahasiswa Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tahun 2022.

Koordinator Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) STMIK IKMI Cirebon, Ade Irma Purnamasari Mkom mengatakan, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yang memberikan hak kepada mahasiswa untuk belajar 3 semester di luar program studinya.

Mahasiswa memiliki kesempatan 1 semester atau setara dengan 20 SKS yang nilainya akan dikonversi pada mata kuliah di semester yang diikuti. Melalui program ini, mahasiswa memiliki banyak kesempatan untuk memperkaya dan meningkatkan pengetahuan serta kompetensinya di dunia nyata sesuai dengan passion dan cita-cita mereka.

“Pembelajaran dapat terjadi di mana pun. Belajar tidak dibatasi oleh ruang-ruang tertentu. Tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium, tetapi juga bisa di desa, industri, tempat kerja, tempat pengabdian, pusat riset, maupun di masyarakat,” ungkap Ade yang juga dosen di kampus yang berlokasi Jalan Perjuangan, Kota Cirebon tersebut, Selasa (2/8).

Pada MBKM ini, mahasiswa berkontribusi dalam magang di industri, mahasiswa membangun desa, mengajar di sekolah, pertukaran mahasiswa, penelitian di lembaga riset, pengembangan kewirausahaan, proyek mandiri, dan proyek kemanusiaan. Dalam rangka mendukung dan menyukseskan kebijakan MBKM Kemdikbud, STMIK IKMI Cirebon turut menyelenggarakan 8 kegiatan MBKM sesuai dengan program yang dicanangkan.

“Program yang dicanangkan tentunya experiential learning, dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya masing-masing,” ucap Ade Irma.

Salah satu program MBKM yang semester ini tengah dilaksanakan adalah Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Dari 34 mahasiswa yang mengikuti seleksi PMM Kemdikbud, sebanyak 26 dari mereka dinyatakan lulus dan diterima mengikuti PMM yang diselenggarakan di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di luar Pulau Jawa.

Di Aceh, terdapat 4 mahasiswa yang diterima di Universitas Muhammadiyah Aceh. Serta masing-masing 1 mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, Universitas Samudra dan Universitas Malikussaleh. Di Bali, 1 mahasiswa diterima di Universitas Warmadewa dan 3 mahasiswa di Universitas Pendidikan Ganesha.

Sementara itu di Kalimantan Timur, 1 mahasiswa diterima di Universitas Muhammadiyah. Di Nusa Tenggara Timur, 1 mahasiswa di Universitas Nusa Cendana dan di Papua terdapat 1 mahasiswa diterima di Universitas Musamus Papua. Dan di Sulawesi Selatan terdapat 2 mahasiswa diterima di Universitas Hasanuddin.

“Selanjutnya, di Sumatera Selatan ada 1 mahasiswa diterima di Institut Informasi dan Bisnis Darmajaya Lampung, 2 mahasiswa di Universitas Teknokrat Indonesia, 3 mahasiswa di Universitas Sriwijaya, dan 1 mahasiswa di Universitas Jambi,” papar Ade.

Juga di Sumatera Utara, masing-masing 1 mahasiswa diterima di Universitas Katolok Santo Thomas dan Universitas Muhammadiyah. Terakhir, di Sumatera Barat ada 1 mahasiswa diterima di Universitas Negeri Padang.

Ade Irma menambahkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk belajar lintas prodi/kampus, baik dalam atau luar negeri. Serta mampu tinggal bersama dengan keluarga di kampus tujuan dan merasakan atmosfer belajar yang berbeda. Kemudian, wawasan mahasiswa tentang Bhinneka Tunggal Ika akan semakin berkembang. Persaudaraan lintas budaya dan suku akan semakin kuat.

“Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan softskills mahasiswa yang memiliki karakter Pancasila agar siap bergaul secara kooperatif dan kompetitif dengan bangsa lain di dunia demi martabat bangsa melalui pembelajaran terpadu,” terang Ade.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di perguruan tinggi lain melalui transfer kredit dan perolehan kredit. Juga bisa membangun persahabatan mahasiswa antar daerah, suku, budaya, dan agama, sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Diharapkan mampu menyelenggarakan transfer ilmu pengetahuan untuk menutupi disparitas pendidikan, baik antar perguruan tinggi dalam negeri, maupun kondisi pendidikan tinggi dalam negeri dengan luar negeri. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas jejaring dan mengembangkan wawasan secara global,” pungkas Ade Irma.


Ade Gustiana – Leni Indarti Hasyim
https://radarcirebon.disway.id/read/139329/puluhan-mahasiswa-stmik-ikmi-cirebon-berkiprah-di-ptnpts-di-luar-jawa