WISUDA

CIREBON, IKMI.AC.ID – Menurut KBBI, wisuda/wi·su·da/ n adalah peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat: para sarjana yang baru lulus menghadiri acara — bersama orang tua mereka; Menurut sumber lain, wisuda itu berasal dari bahasa Jawa “wisudha” yang bermakna pelantikan bagi orang yang telah menyelesaikan pendidikan. Saat prosesi wisuda selalu dilekatkan dengan toga, yang artinya penutup. Wisuda itu merupakan simbol pengakuan akademik pada para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan formal. Jadi tradisi wisuda itu sebenarnya hanya ada pada level perguruan tinggi.

Fase wisuda adalah fase yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa karena sudah terbebas dari aktivitas perkuliahan. Fase ini juga sebagai ajang pertemanan terakhir bagi mereka. Namun di balik euforia wisuda, kita akan sedih karena tidak bisa melupakan acara tersebut dan tidak sedikit juga ada yang ingin kembali ke masa itu walaupun sulit. Para mahasiswa memang layak diwisuda, karena mereka sudah memiliki keahlian tertentu. Wisuda merupakan acara simbolik, yang menandakan bahwa mahasiswa sudah lulus dalam menempuh pendidikan sarjana atau diploma. Wisuda juga sekaligus sebagai momentum memaklumatkan diri lulusan pada stakeholders, yang akan menggunakan keahliannya. Kemudian para lulusan (alumni) tersebut bisa bekerja sesuai dengan disiplin keilmuan dan profesinya. Momentum wisuda merupakan kulminasi yang dimimpikan oleh semua mahasiswa.

Apa saja hal-hal yang istimewa saat momen wisuda? Berikut merupakan rangkuman dari berbagai sumber.

  1. Memakai toga. Toga adalah identitas calon sarjana sebagai tanda bukti lulus dari perkuliahan. Toga biasanya memiliki simbolis tertentu, yaitu simbol sebelah kiri untuk calon mahasiswa yang akan diwisuda dan simbol sebelah kanan sebagai tanda sudah menjadi alumni. Penggunaan simbol pada toga sangat penting dalam menentukan masa depan kita pasca wisuda, entah bernasib baik atau lebih buruk dari sebelumnya.
  2. Merasa merinding saat nama kita dipanggil. Sebagian orang mungkin akan gugup jika dipanggil satu per satu ke atas panggung. Pada umumnya, wisudawan akan mengalami ‘demam panggung’ saat tampil di hadapan publik, terkadang mereka mulai putar arah saat namanya dipanggil. Alasannya jantung mereka seakan copot dan mereka sangat senang saat mendapatkan gelar sarjana karena sudah berjuang sekuat tenaga dalam perkuliahan. Lalu ada juga yang merasa sedih karena mereka sulit untuk melupakan masa perkuliahan di mana mereka beranggapan bahwa masa sebelum wisuda adalah masa yang indah dan susah untuk dilupakan. Oleh karena itu, jika nama kita tidak dipanggil maka kita tidak berperan sebagai sarjana dan kita merasa terabaikan.
  3. Duduk di deretan kursi istimewa. Kursi duduk versi wisuda adalah kursi yang dikhususkan untuk para mahasiswa yang sudah meraih puncak prestasi (lulus kuliah) selama perkuliahan baik akademik atau non-akademik. Kursi wisuda di sini memang tidak bisa sembarangan diduduki setiap mahasiswa karena ada prosedurnya.
  4. Kenangan sejarah selama kuliah. Kenangan saat perkuliahan memang tidak bisa dilupakan oleh kita. Kita menyebut kuliah adalah aktivitas yang dilakukan bebas tanpa terpacu pada jam sehingga kita leluasa menjalani perkuliahan. Namun apa jadinya jika kita menonton flashback kuliah di kampus. Sebagian besar kita merasa malu atau sedih saat menontonnya dan ada juga yang senang karena sudah menganggap kampus sebagai “rumah kedua.” Garis besarnya adalah kita sudah memberikan kontribusi besar pada kampus selama kuliah seperti mengerjakan tugas, presentasi, sampai acara yudisium yang mengharukan jiwa. Pastinya sangat dramastis saat melihat masa indah yang kita lakukan saat kuliah!
  5. Pertemuan resmi yang terakhir antar teman. Kita harus mengingat teman sebagai orang yang berjasa dalam kehidupan saat kuliah di kampus. Jasa yang dimaksud adalah membantu tugas teman, kerja kelompok, olahraga bareng, dan sebagainya. Kemudian, kita bisa memberikan suatu hadiah kepada teman kuliah sebagai bentuk kenang-kenangan atau persahabatan sehingga hal ini tidak akan bisa terulang kembali di masa mendatang.
  6. Kebahagiaan bersama keluarga. Keluarga adalah elemen penting dalam kehidupan kita. Kita tidak boleh melupakan jasa mereka karena mereka berjuang sampai titik darah penghabisan demi membiayai kita dalam mengikuti kuliah. Tanpa jasa orang tua, kita mungkin tidak akan berdiri di hadapan mereka sebagai sarjana dan kita lebih dianggap sebagai mahasiswa malas. Makna pada poin ini adalah bahwa orang tua sudah membesarkan kita sejak kecil untuk menjadi manusia yang sempurna, salah satunya menyekolahkan sampai tingkat tinggi serta meringankan beban orang tua saat ini. Dan ini adalah bentuk nyata dari bakti kita terhadap orang tua yaitu memberikan kebanggaan kepada pihak keluarga.
  7. Berfoto dan bersalaman dengan para pimpinan kampus. Simbol salam adalah rasa bersyukur karena kita sudah diberi kenikmatan di dunia ini. Pada saat wisuda, para mahasiswa yang menyalami para dosen dan pimpinan kampus seperti mimpi nyata. Karena memegang tangan mereka adalah sesuatu yang paling langka bahkan mengenal saja sangat susah. Hal ini disebabkan para dosen dan pimpinan kampus tidak mudah untuk ditemui setiap saat karena kesibukan mengurusi hal penting lainnya. Walaupun sibuk, mereka tetap mempunyai waktu luang dalam memerhatikan mahasiswa. Mereka akan merasa bangga dan juga kehilangan apabila kita sudah lulus dari kampus karena kita sudah dianggap sebagai keluarga yang sewaktu-waktu akan dirindukan untuk selamanya.

Momen bahagia inilah yang akan dirasakan oleh para wisudawan di Tahun Akademik 2023, karena STMIK IKMI Cirebon akan melaksakan acara WISUDA XVIII secara luring sebanyak 270 orang lulusan pada hari Rabu, 15 November 2023 bertempat  di Hotel Prima Cirebon Jl. Siliwangi No. 107, Kebonbaru Kec. Kejaksan Kota Cirebon.

Untuk para Wisudawan, kami ucapkan selamat dan bahagia. Jadilah kebanggaan orang tua dan keluarga. Episode kehidupan di dunia nyata akan segera di mulai. Good Luck! (RK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *