STMIK IKMI CIREBON KEMBANGKAN PROGRAM INTERNASIONALISASI MENUJU PERGURUAN TINGGI YANG UNGGUL

CIREBON, IKMI.AC.ID – Kerjasama internasional untuk perguruan tinggi adalah bentuk kolaborasi antara universitas atau institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara dengan tujuan untuk memperluas dan meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama ini dapat mencakup berbagai aktivitas dan program yang melibatkan pertukaran mahasiswa dan staf, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, serta berbagai inisiatif lainnya yang mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi.

Perguruan tinggi swasta saat ini menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya mencapai akreditasi unggul. Untuk mencapai akreditasi unggul, perguruan tinggi swasta perlu mengadopsi strategi kerjasama internasional yang komprehensif dan efektif. Membangun kemitraan strategis dengan universitas terkemuka dan industri global adalah langkah awal yang krusial. Melalui kemitraan ini, institusi dapat mengembangkan program pertukaran mahasiswa dan dosen, melakukan penelitian bersama, serta mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan global. Mobilitas internasional menjadi elemen penting dalam strategi ini. Dengan mengembangkan program pertukaran mahasiswa dan dosen, perguruan tinggi dapat meningkatkan pengalaman internasional dan wawasan global para peserta. Beasiswa internasional juga perlu ditawarkan untuk mendukung mahasiswa dan dosen yang ingin belajar atau melakukan penelitian di luar negeri, sehingga meningkatkan kompetensi dan jejaring global mereka.

Penandatangan MoUMoU Ekoji
Penandatanganan MoU antara STMIK IKMI Cirebon dengan Qaspir PendidikanPendatanganan MoU antara STMIK IKMI Cirebon dengan EKOJI Academy
Dok. Panitia

Seperti halnya STMIK IKMI Cirebon, sebagai perguruan tinggi swasta yang selalu ingin berkembang dan lebih maju, mencoba untuk belajar kepada perguruan tinggi swasta yang telah mencapai akreditasi unggul. Hal ini dilakukan oleh STMIK IKMI Cirebon melalui keikutsertaan dalam penandatanganan MoU dengan QASPIR Pendidikan pada hari Selasa, tanggal 4 Juni 2024 yang bertempat di Universitas Komputer Indonesia – Bandung,  untuk ruang lingkup transfer kredit, magang mahasiswa, pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, pengembangan usaha komersial berbasis akademik, pendidikan daring, studi banding dan aktivitas terkait tridarma lainnya.

Dalam waktu yang sama STMIK IKMI Cirebon pun menandatangani dengan mitra EKOJI ACADEMY untuk ruang lingkup pengembangan modul elearning, pengembangan Masiv Open Online Courseware (MOOC), pelatihan pengembangan modul online berstandar internasional, serta pengembangan perangkat lunak Learning Management System (LMS). Penandatanganan dilakukan oleh Mr. Stuart Blaclock (Qaspir Indonesia) , Prof. Eko Indrajit (EKOJI Academy) dengan Bapak Dr. Dadang Sudrajat, S.Si., M.Kom (Ketua STMIK IKMI Cirebon). Qaspir Pendidikan merupakan lembaga fasilitator yang terhubung ke 150 University dari 43 negara di Amarika. Ia menyampaikan dalam presentasinya bahwa saat ini pendidikan diperlukan adanya pembelajaran transformasi (Transformative Learning). Pembelajaran tranformasi merupakan jenis pembelajaran yang merangsang perubahan setelah memperoleh informasi atau keadaan baru yang tidak sejalan dengan pemikiran sebelumnya. Dari pembelajaran transformasi ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk memperluas cara pandang atau mengubah pola pikir melalui keterlibatannya dalam melakukan refleksi kritis terhadap diri sendiri sehingga perubahan terjadi karena kesadaran mahasiswa tanpa ada paksaan dari dosen. Refleksi diri kritis merupakan keterampilan yang perlu dikembangkan siswa untuk mengatasi keyakinan dan pola pikir yang membatasi dan membatasi efektifitas dirinya sebagaii individu terhadap diri sendiri, orang lain, masyarakat dan lingkungan.

Foto bersama peserta (Dok. Panitia)

Sementara itu Prof. Eko Indrajit dalam paparannya menyampaikan bahwa dalam Permendikbud No. 53 tahun 2023 ada klausul yang menyatakan bahwa status akreditasi perguruan tinggi hanya ada 2 (dua) jenis yaitu Terakreditasi dan Unggul. Oleh karena itu, sebagai tantangan ke depan bagi perguruan tinggi khususnya swasta tentunya sangat berat untuk mencapai status akreditasi Unggul. Dengan demikian, momen ini dijadikan salah satu strategi dalam mencapai akreditasii unggul melalui kemitraan kerjasama di level internasional. Bagi PTS kecil tentunya tidak bisa sendiri, harus belajar kepada  PTS yang sudah akreditasi unggul yang mau berbagi, salah satunya UNIKOM Bandung. Harapannya Prof. Eko terjadinya aliansi PTS se asia pasifik yang dipimpin oleh UNIKOM itu sendiri. Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto selaku Rektor UNIKOM menyampaikan, di Indonesia baru ada 80 PTS negeri / swasta yang telah terakreditasi Unggul, memang tidak mudah. Dalam usianya yang ke 25 tahun ini, pada tahun 2023 UNIKOM telah meraih akreditasi institusinya unggul. Dengan berbagai pengalamannya UNIKOM bersedia sebagai PTS yang akan merangkul serta berbagi khususnya PTS yang kecil khususnya STMIK IKMI Cirebon untuk bisa meraih cita citanya sesuai yang diharapkan di kancah internasional.

Dengan ditandatanginya MoU antara STMIK IKMI Cirebon dengan Qaspir Pendidikan serta EKOJI Academy diharapkan ada implementasi yang nyata dalam mengembangkan kapasitas STMIK IKMI Cirebon sebagai perguruan tinggi komputer di wilayah Ciayumajakuning lebih baik dan bermutu. (DAK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *