
CIREBON – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STMIK IKMI Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui penyelenggaraan kegiatan Aksi Pelestarian Lingkungan Pesisir yang dilaksanakan di kawasan pesisir RW 09 Kesunean Selatan, Kota Cirebon, pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi penanaman ratusan bibit mangrove serta pembersihan sampah di sepanjang garis pantai sebagai bentuk implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan tersebut memperoleh dukungan penuh dari pimpinan STMIK IKMI Cirebon. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua STMIK IKMI Cirebon, Dadang Sudrajat, didampingi Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fatihanursari Dikananda. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Moh. Ari Widoyono selaku Penanggung Jawab, dengan Muhammad Ahsan Al-Harits sebagai Ketua Pelaksana.
Pelaksanaan aksi lingkungan ini merupakan hasil kolaborasi antara BEM STMIK IKMI Cirebon dengan Generasi Energi Bersih (Gen B), komunitas nasional yang menjadi mitra strategis Institute for Essential Services Reform (IESR) dalam mendorong percepatan transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon di Indonesia. Sinergi tersebut berhasil melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri atas dosen, perwakilan dari 12 Organisasi Mahasiswa (Ormawa), serta mahasiswa STMIK IKMI Cirebon.
Ketua Pelaksana, Muhammad Ahsan Al-Harits, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya pencapaian target Net Zero Emission. Menurutnya, kolaborasi bersama Gen B dan IESR diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dilanjutkan dengan sesi edukasi mengenai isu perubahan iklim dan transisi energi. Pada kesempatan tersebut, tim Gen B memperkenalkan sebuah aplikasi penghitung jejak karbon (carbon footprint calculator) yang memungkinkan peserta mengukur besaran emisi karbon dari aktivitas sehari-hari. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital masyarakat dalam mendukung gaya hidup rendah karbon.
Memasuki agenda utama, seluruh peserta bersama-sama melaksanakan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah plastik yang tersebar di sepanjang kawasan pesisir dan muara Sungai Kesunean Selatan. Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang selama ini terdampak oleh akumulasi sampah kiriman dari wilayah hulu.
Selama pelaksanaan kegiatan, panitia menghadapi sejumlah tantangan teknis, khususnya dalam proses pengangkutan sampah menuju lokasi penampungan sementara. Meskipun akses jalan menuju kawasan telah beraspal dan berada dalam kondisi baik, dimensi jalan yang relatif sempit menyebabkan kendaraan pengangkut sampah dari instansi terkait belum dapat menjangkau titik pengumpulan utama. Kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama seluruh peserta sehingga proses pembersihan tetap berjalan secara efektif.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, BEM STMIK IKMI Cirebon bersama pimpinan kampus tengah menyusun mekanisme tindak lanjut berupa pemantauan dan perawatan kawasan mangrove secara berkala. Program ini dirancang melalui keterlibatan aktif mahasiswa serta penjajakan kerja sama dengan masyarakat setempat agar manfaat kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan bagi kawasan pesisir Kota Cirebon.
Melalui kegiatan ini, STMIK IKMI Cirebon menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam aksi konservasi pesisir diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan akademik.
-BN-