
CIREBON – Sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, STMIK IKMI Cirebon secara resmi menjalin kemitraan akademik dengan National Meanchey University (NMU), Kamboja. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Arrangement (IA) yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026, di Seminar Room Bina Insani University, Bekasi.
Kegiatan penandatanganan kerja sama ini difasilitasi oleh KOPERTIP Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan jejaring internasional antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Dadang Sudrajat, S.Si., M.Kom., bersama Rektor National Meanchey University, H.E. Chea Soeun. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar, konferensi akademik, workshop, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga berbagai bentuk kolaborasi lain yang mendukung implementasi Tridharma Perguruan Tinggi pada tingkat internasional.
Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Dadang Sudrajat, menegaskan bahwa kemitraan internasional merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu institusi sekaligus memperluas akses sivitas akademika terhadap ekosistem pendidikan global.
Menurutnya, perguruan tinggi pada era globalisasi dituntut tidak hanya mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga memiliki jejaring akademik internasional yang dapat memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Kolaborasi lintas negara merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat regional maupun global,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Dadang menjelaskan bahwa kemitraan dengan National Meanchey University membuka berbagai peluang bagi dosen dan mahasiswa STMIK IKMI Cirebon untuk berpartisipasi dalam riset kolaboratif, publikasi pada jurnal bereputasi internasional, pertukaran akademik, serta berbagai forum ilmiah di kawasan ASEAN.
Perjanjian kerja sama tersebut memiliki masa berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua institusi.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama STMIK IKMI Cirebon, Assoc. Prof. Dian Ade Kurnia, M.Kom., Ph.D., menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan implementasi nyata dari visi institusi dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.
Menurutnya, kerja sama tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diarahkan pada implementasi program-program yang memberikan dampak nyata bagi kedua perguruan tinggi.
Beberapa agenda prioritas yang telah disepakati meliputi peningkatan kualitas penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah internasional, pertukaran tenaga akademik dan mahasiswa, pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat secara bersama, serta penyelenggaraan seminar, konferensi, dan kegiatan akademik internasional lainnya.
Sebagai tindak lanjut dari implementasi kerja sama tersebut, National Meanchey University telah menjadwalkan penyelenggaraan International Conference pada November 2026 yang akan melibatkan akademisi dari berbagai negara. STMIK IKMI Cirebon berencana mengirimkan delegasi dosen dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam forum ilmiah tersebut sebagai upaya memperluas jejaring riset, meningkatkan kolaborasi publikasi, serta memperkuat eksistensi akademik institusi di tingkat internasional.
National Meanchey University merupakan perguruan tinggi negeri yang berada di Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kerajaan Kamboja. Sejak berdiri pada tahun 2007, universitas tersebut telah mengembangkan berbagai program studi di bidang teknologi informasi, bisnis, akuntansi, hukum, pertanian, pariwisata, serta bahasa asing.
Melalui dokumen MoU dan IA yang telah disepakati, kedua institusi berkomitmen untuk mengembangkan kolaborasi dalam pertukaran informasi akademik, penelitian bersama, mobilitas mahasiswa dan dosen, publikasi ilmiah, serta penyusunan program-program lanjutan yang mendukung penguatan kapasitas kelembagaan kedua belah pihak.
Kemitraan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam strategi internasionalisasi STMIK IKMI Cirebon. Selain memperkuat jejaring akademik di kawasan ASEAN, kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas riset, memperluas peluang publikasi internasional, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi global.
Sebagai bentuk implementasi awal dari kerja sama internasional yang telah berjalan, saat ini STMIK IKMI Cirebon juga telah menerima mahasiswa asal Kamboja yang menempuh pendidikan pada Program Sarjana. Mahasiswa internasional tersebut mengikuti proses pembelajaran selama dua semester di STMIK IKMI Cirebon melalui skema pembelajaran lintas institusi yang sejalan dengan kebijakan Kampus Berdampak, khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran di luar program studi. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bukti nyata komitmen STMIK IKMI Cirebon dalam mewujudkan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi global.
-BN-