Guru PAUD Kabupaten Cirebon Belajar Coding: STMIK IKMI dan BAPPERIDA Dorong Transformasi Pendidikan Anak Usia Dini

CIREBON – Upaya memperkuat transformasi pendidikan sejak usia dini terus dilakukan di Kabupaten Cirebon. Sebanyak 120 guru PAUD nonformal dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon mengikuti kegiatan Pelatihan Coding bagi Guru PAUD Nonformal yang diselenggarakan pada 29–30 April 2026 di Aula Suparman, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Cirebon.


Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari kerja sama strategis antara STMIK IKMI Cirebon dengan BAPPERIDA Kabupaten Cirebon dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor 01/PKS/STMIK-IKMI/III/2026 yang ditandatangani pada 16 Maret 2026 antara kedua belah pihak .
Kepala BAPPERIDA Kabupaten Cirebon, Dangi, S.Si., M.Si., M.T, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas guru PAUD agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
“Pendidikan coding bukan semata-mata mengajarkan anak tentang komputer, tetapi lebih pada melatih pola pikir logis, kreativitas, kemampuan problem solving, dan berpikir sistematis sejak usia dini. Guru PAUD menjadi garda terdepan dalam proses ini,” ujarnya.
Permohonan resmi kepada STMIK IKMI Cirebon untuk menghadirkan narasumber dan instruktur pada kegiatan ini disampaikan langsung oleh BAPPERIDA melalui surat Nomor 400.3.4/26/Rinov, dengan materi pelatihan meliputi pengenalan dasar coding, implementasi pembelajaran berbasis coding untuk PAUD, serta praktik sederhana yang aplikatif .
Dari pihak akademisi, STMIK IKMI Cirebon menugaskan tim narasumber yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Dian Ade Kurnia, M.Kom., Ph.D, selaku Wakil Ketua Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, didampingi oleh para dosen seperti Ade Irma Purnamasari, M.Kom dan Raditya Danar Dana, M.Kom, serta mahasiswa pendamping sebagai bagian dari implementasi pengabdian masyarakat dan keterlibatan mahasiswa dalam program berdampak .
Assoc. Prof. Dian Ade Kurnia menegaskan bahwa coding untuk anak usia dini tidak selalu identik dengan perangkat komputer yang kompleks, tetapi dapat dimulai dari aktivitas sederhana berbasis logika, permainan edukatif, pola, instruksi berurutan, hingga pembelajaran unplugged yang menyenangkan.
“Coding pada level PAUD adalah tentang membangun cara berpikir. Ketika guru memahami konsep ini, maka pembelajaran akan menjadi lebih kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan tantangan masa depan,” jelasnya.
Pelatihan selama dua hari tersebut dirancang intensif dengan total 16 jam pembelajaran (JP), memadukan teori dan praktik langsung agar para guru dapat mengimplementasikan materi di lingkungan sekolah masing-masing. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi serta kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui peningkatan kualitas pendidikan .
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru menyambut positif pelatihan ini karena memberikan wawasan baru mengenai bagaimana teknologi dapat diintegrasikan secara sederhana namun bermakna dalam proses pembelajaran anak usia dini.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan menjadi model berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi tenaga pendidik, khususnya di era transformasi digital saat ini. Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur pendidikan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi masa depan.
Melalui pelatihan ini, Kabupaten Cirebon mengirimkan pesan kuat bahwa pendidikan digital harus dimulai sejak dini—dan guru PAUD adalah kunci utama dalam membuka pintu masa depan tersebut.