Pencapaian Mahasiswa STMIK IKMI Cirebon dalam Kompetisi Internasional Cisco NetAcad Riders 2026: Perolehan Medali Perunggu di Tingkat Nasional


Tiga mahasiswa STMIK IKMI Cirebon berhasil meraih medali perunggu dalam ajang kompetisi jaringan internasional Cisco NetAcad Riders tahun 2026. Kompetisi ini diikuti oleh kurang lebih 300 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan diselenggarakan secara daring pada 2 April 2026 oleh Cisco Networking Academy (NetAcad).

Mahasiswa yang memperoleh prestasi tersebut adalah Adhitya Maulana, Muhammad Faturrohman, dan Rizal Rifaldy. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa STMIK IKMI Cirebon memiliki kompetensi yang memadai serta daya saing yang kuat dalam bidang teknologi jaringan komputer.

Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Dadang Sudrajat, S.Si., M.Kom., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan indikator kemampuan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat nasional, khususnya pada bidang teknologi jaringan. Institusi secara konsisten mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik dan teknologi sebagai sarana evaluasi kemampuan serta pengayaan pengalaman di luar proses pembelajaran formal.

Lebih lanjut, prestasi yang diraih diharapkan mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang teknologi informasi. Partisipasi dalam kompetisi dinilai tidak hanya sebagai alat ukur kemampuan, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan.

Dosen sekaligus instruktur Cisco Academy STMIK IKMI Cirebon, Martanto, M.Kom., menjelaskan bahwa Cisco NetAcad Riders merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menjaring talenta unggul di bidang jaringan komputer. Setiap institusi yang tergabung dalam NetAcad diberikan kesempatan untuk mengirimkan peserta berdasarkan jumlah mahasiswa aktif dalam program tersebut.

Pada tahun sebelumnya, STMIK IKMI Cirebon memiliki sekitar 900 peserta aktif dalam program NetAcad, sehingga memperoleh kuota sembilan peserta dalam kompetisi tersebut. Kesembilan mahasiswa tersebut mengikuti lomba secara daring dari lingkungan kampus dan mengerjakan soal secara individual. Kompetisi terdiri atas 60 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit, dengan materi mencakup konsep jaringan komputer, konfigurasi perangkat, serta teknologi Cisco.

Dari seluruh peserta yang dikirimkan, tiga mahasiswa berhasil memperoleh medali perunggu berdasarkan capaian nilai. Adhitya Maulana melakukan empat kesalahan, Muhammad Faturrohman lima kesalahan, dan Rizal Rifaldy tujuh kesalahan dalam pengerjaan soal.

Kompetisi ini berlangsung dengan tingkat persaingan yang tinggi, mengingat diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai akademi NetAcad di Indonesia. Oleh karena itu, peserta dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif terkait jaringan komputer serta teknologi Cisco.

Keikutsertaan dalam kompetisi ini juga dipandang sebagai bagian penting dari proses pembelajaran, sekaligus sebagai upaya institusi dalam menunjukkan eksistensinya di bidang teknologi informasi. Meskipun berstatus sebagai perguruan tinggi swasta dengan skala relatif kecil, STMIK IKMI Cirebon dinilai mampu bersaing dengan institusi yang lebih besar.

Ke depan, STMIK IKMI Cirebon berkomitmen untuk terus mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi berbagai kompetisi teknologi lainnya, termasuk kegiatan Bug Bounty 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu, NetAcad juga dijadwalkan kembali menyelenggarakan kompetisi pada pertengahan April 2026, sehingga mahasiswa didorong untuk berpartisipasi secara aktif guna meningkatkan representasi institusi dalam ajang kompetisi teknologi.

–BN–