CIREBON, IKMI.AC.ID – Dalam upaya mendukung transformasi digital di dunia pendidikan, STMIK IKMI Cirebon menggelar workshop intensif pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi ratusan guru SMA, SMK, dan MA di lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Jawa Barat. Pelatihan ini difokuskan pada optimalisasi teknologi AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran serta penguatan layanan Bimbingan Konseling (BK).

Sebanyak 630 guru yang berasal dari 315 sekolah berpartisipasi dalam agenda ini. Setiap sekolah mendelegasikan dua orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap setiap hari Sabtu hingga Mei mendatang. Guna memastikan efektivitas materi, kegiatan dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya dengan kuota 40 peserta per sesi, di mana seluruh dosen STMIK IKMI Cirebon diterjunkan langsung sebagai tutor dan narasumber.
Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Dadang Sudrajat, S.Si., M.Kom., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
“Guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa. Di era disrupsi digital yang sangat cepat, penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dunia pendidikan harus adaptif terhadap AI guna menunjang efektivitas belajar mengajar,” ujar Prof. Dadang.
Beliau juga menekankan prinsip dasar penggunaan teknologi masa kini: “AI tidak akan menggantikan guru. AI adalah alat cerdas yang hadir untuk memperkuat peran dan membantu pekerjaan kita,” imbuhnya.
Inovasi Aplikasi Prompt Generator dan Agen AI “ICA”
Sebagai kampus yang memiliki visi berbasis Artificial Intelligence, STMIK IKMI Cirebon memperkenalkan aplikasi Prompt Generator karya Prof. Dadang Sudrajat. Aplikasi ini dibagikan secara gratis kepada para peserta untuk membantu menyusun modul terbuka, soal latihan, hingga materi pembelajaran kreatif lainnya secara instan dan akurat.
Selain guru mata pelajaran, guru BK juga mendapatkan materi khusus mengenai pemanfaatan AI dalam menganalisis minat dan bakat siswa melalui pengolahan data konseling. Kemampuan menyusun prompt (instruksi) yang efektif menjadi kunci utama agar mesin AI dapat bekerja sesuai kebutuhan spesifik guru.
Dalam kesempatan yang sama, STMIK IKMI Cirebon turut memperkenalkan ICA (IKMI Consultant/ Costumer Agent Agent). ICA merupakan agen AI pintar yang berfungsi sebagai layanan informasi publik otomatis yang beroperasi penuh selama 24/7. Akses di link https://s.id/ICA_IKMI
Mendorong Efisiensi dan Menepis Stigma Rumit
Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK IKMI Cirebon, Rudi Kurniawan, M.T., menambahkan bahwa teknologi AI mampu memangkas waktu pengerjaan tugas administratif dan komputasi pembelajaran yang selama ini membebani guru.
“Kami ingin menepis persepsi bahwa AI itu rumit dan hanya milik pakar IT. Melalui workshop ini, kami tunjukkan bahwa AI bisa digunakan secara praktis oleh semua guru untuk meningkatkan efisiensi kerja,” jelas Rudi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Prodi D3 Manajemen Informatika, Bani Nurhakim, M.Kom., merinci bahwa dua aplikasi yang diberikan secara cuma-cuma tersebut memang dirancang khusus: satu untuk kebutuhan pedagogik guru mata pelajaran, dan satu lagi untuk fungsi analisis mendalam bagi guru BK.
Sebagai bagian dari ekosistem digital kampus, STMIK IKMI juga terus mengembangkan agen AI untuk membantu calon mahasiswa baru melalui sistem https://pmb.ikmi.ac.id/ , yang memungkinkan masyarakat memperoleh informasi seputar perkuliahan kapan saja secara real-time. (rk)