Inovasi Kuliner Nusantara: Tim STMIK IKMI Raih Medali Perunggu di Cipta Nusantara Fest Yogyakarta

CIREBON, IKMI.AC.ID – Tim mahasiswa dari STMIK IKMI Cirebon kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Dalam ajang Cipta Nusantara Fest yang berlangsung di Yogyakarta, tim IKMI berhasil meraih Medali Perunggu untuk kategori Fashion and Culinary Business Plan berkat ide brilian mereka: Es Krim Jamu.

Inovasi yang memadukan kesehatan, rasa, dan identitas budaya ini sukses membawa nama IKMI berdiri di podium, bersaing ketat dengan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Konsep Jembatan Tradisi dan Gaya Hidup Modern

Tim yang beranggotakan lima mahasiswa lintas jurusan ini terdiri dari Farel Fiwansyah Viwantama (Teknik Informatika), serta Muhammad Faisal, Zacky Muhammad Dinata, Yulie Yanti Kasman, dan Ayu Aulia (Sistem Informasi).

Mereka mengusung gagasan Es Krim Jamu sebagai upaya menjembatani gaya hidup modern anak muda dengan warisan tradisi minuman herbal Nusantara. Konsep ini berusaha memikat konsumen muda tanpa menghilangkan nilai kesehatan yang terkandung dalam jamu. Di Cirebon, prototipe rasa dari ide ini sudah diujicobakan kepada civitas academica dan mendapat dukungan positif.

Tantangan Besar di Tengah Kompetisi Ketat

Kompetisi yang diselenggarakan oleh EduHub bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta ini berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh peserta dari kampus-kampus besar. Meski IKMI hanya mengirim satu tim, sementara beberapa kampus lain mengirim delegasi besar (misalnya, Universitas Negeri Malang mengirim hampir satu angkatan), tim kecil dari Cirebon ini justru berhasil membuktikan diri.

Kekuatan Konsep Mengungguli Keterbatasan Produk

Tim IKMI menghadapi tantangan unik: mereka tidak dapat membawa sampel produk Es Krim Jamu ke lokasi lomba karena keterbatasan logistik dan penyimpanan (membutuhkan freezer besar dan pengemasan khusus untuk perjalanan jauh). Hal ini membuat mereka hanya bisa mempresentasikan prototipe konsep bisnis, sementara banyak tim lain hadir dengan produk lengkap, kemasan jadi, bahkan sampel siap cicip.

Situasi ini menjadikan sesi presentasi dan Business Plan sebagai kunci utama penilaian. Para juri berfokus pada kemampuan tim menjelaskan kelayakan bisnis dari hulu ke hilir, termasuk strategi pemasaran, operasional, pengelolaan, dan perhitungan kelayakan finansial. Ketenangan dan ketajaman dalam menjawab pertanyaan juri menjadi penentu keberhasilan.

Muhammad Faisal, mahasiswa semester enam Sistem Informasi, mengakui bahwa teori perkuliahan memberikan dasar, namun faktor penting lainnya adalah jaringan dan konsultasi intensif dengan dosen. Sesi diskusi ini sangat membantu mereka merapikan dan menguatkan konsep sebelum maju ke babak final.

Langkah Penting Menuju Impian

Saat ini, meskipun ide Es Krim Jamu telah teruji dan mendapat pengakuan nasional, tim IKMI masih menghadapi tantangan biaya produksi massal, mulai dari pengadaan alat, tempat, hingga modal awal untuk gerobak.

“Ide ini masih menjadi gagasan yang menunggu kesempatan, baik melalui lomba berikutnya, program inkubasi bisnis, atau investor,” ujar perwakilan tim.

Medali perunggu ini bukan sekadar piala, melainkan langkah penting dan pembuktian bahwa tim kecil dari STMIK IKMI Cirebon mampu tampil percaya diri, bersaing, dan meraih hasil di panggung nasional, berdiri sejajar dengan kampus-kampus besar. (rk)