
Cirebon, 3 Juni 2026 – STMIK IKMI Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi melalui penyelenggaraan IKMI Robotic Competition Tingkat Nasional 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/6/2026) ini terselenggara atas kerja sama dengan KOPERTIP Indonesia dan diikuti oleh 29 tim dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA/SMK, hingga Perguruan Tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi ini menjadi salah satu langkah nyata STMIK IKMI Cirebon dalam mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, kampus berupaya menghadirkan ruang kompetisi yang mampu mengasah kemampuan peserta sekaligus memperkuat ekosistem inovasi di bidang teknologi informasi dan robotika.
Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Dadang Sudrajat, S.Si., M.Kom., menyampaikan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini merupakan bagian dari peran strategis perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi yang semakin dinamis.
Menurutnya, STMIK IKMI Cirebon senantiasa berupaya menghadirkan berbagai program dan kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan teknologi di Indonesia.
Kegiatan ini diinisiasi oleh IKMI Cirebon Robotic Team (ICRT), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfokus pada pengembangan teknologi robotika dan inovasi digital. Melalui kegiatan tersebut, STMIK IKMI Cirebon semakin memperkuat perannya sebagai pusat pembinaan talenta digital yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan empat kategori kompetisi, yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), UI/UX Design, Infografis Design, dan Robotik. Seluruh kategori dirancang dengan mengacu pada tema besar robotika dan teknologi otomatisasi sehingga mampu mengintegrasikan aspek penelitian, desain, visualisasi data, hingga implementasi teknologi secara nyata.
Ketua Pelaksana, Tubagus Muhammad Rayhan, menjelaskan bahwa seluruh cabang lomba tetap mengedepankan unsur robotika sebagai identitas utama kompetisi. Oleh karena itu, setiap karya yang dikembangkan peserta harus memiliki keterkaitan dengan teknologi otomatisasi dan inovasi robotik.
Proses penilaian dilaksanakan secara profesional dan objektif oleh para akademisi yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Untuk kategori LKTI, UI/UX Design, dan Infografis Design, babak final dilaksanakan secara daring melalui presentasi yang disiarkan secara langsung melalui platform konferensi video.
Sementara itu, kategori Robotik diselenggarakan secara luring di Aula STMIK IKMI Cirebon. Pada kategori ini, penilaian difokuskan pada performa dan fungsi robot yang diuji secara langsung di arena kompetisi. Aspek presentasi hanya memiliki bobot 10 persen, sedangkan 90 persen penilaian ditentukan oleh kualitas inovasi, performa mekanik, serta kemampuan robot dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Tingginya antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan berbagai jenjang pendidikan, termasuk pelajar SMP dan SMA/SMK. Hal tersebut menunjukkan semakin meningkatnya minat generasi muda terhadap penguasaan teknologi dan inovasi digital sejak usia dini.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STMIK IKMI Cirebon, Fatihanursari Dikananda, S.Tr.I.Kom., M.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kampus akan terus mendukung berbagai program kemahasiswaan yang berorientasi pada pengembangan prestasi akademik maupun keterampilan praktis.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan IKMI Robotic Competition Tingkat Nasional 2026, STMIK IKMI Cirebon semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi teknologi yang aktif mendorong inovasi, transformasi digital, serta pengembangan talenta muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan teknologi dan industri nasional.
-BN-